Benchmark
Pengertian
Dengan berkembangnya permasalahan yang sedang atau diprediksikan akan dihadapi, berdasarkan adanya informasi yang berkaitan dengan kinerja proses bisnis. Sehingga suatu korporasi dituntut untuk dapat melakukan suatu antisipasi ke depan dengan mempersiapkan solusinya. Hal ini ditujukan untuk mempertahankan keeksistensian suatu korporasi. Langkah tersebut dilakukan dengan suatu pembelajaran yang disebut Benchmark.
Benchmark adalah suatu cara mempelajari dan membandingkan aktivitas proses bisnis terhadap korporasi lain yang telah mengimplementasikan dengan sukses solusi terhadap suatu permasalahan. Kemudian bagaimana cara melakukan benchmark? serta bagaimana cara suatu korporasi dalam melakukan benchmark? meskipun terdapat berbagai pendekatan yang berkaitan dengan hal tersebut, namun yang umum ialah benchmark menggunakan informasi mengenai hasil kinerja dari korporasi yang menjadi tolak ukur bagi korporasi yang melakukan Benchmark. Korporasi yang dilakukan Benchmark haruslah suatu korporasi yang diakui terbaik dalam bidangnya. Dengan adanya aktivitas Benchmark maka korporasi tersebut dapat melakukan peningkatan kinerja, bahkan lebih baik dari korporasi yang menjadi pembandingnya. Seperti halnya dalam menerapakan solusi terhadap permasalahan yang terjadi.
Benchmarking adalah alat bantu untuk memperbaiki kualitas dengan aliansi antar partner untuk berbagi informasi dalam proses dan pengkuruan yang akan menstimulasi praktek inovatif dan pemperbaiki kinerja (Dwi Sulisworo,...) dengan melakukan pembandingan tehadap suatu korporasi yang memiliki standar kinerja terbaik (Wikipedia, 2007). Sehingga semua itu dapat meningkatkan proses perbaikan dengan menjadikan korporasi pembanding sebagai model nyata dalam pengembangan solusi. Dengan Benchmarking suatu korporasi dapat memperbaiki performansinya. Seperti: Penggunaan biaya, Waktu, Produktivitas dan kualitas. Untuk dapat meningkatkan kinerjanya, suatu korporasi perlu secara berkesinambungan dalam mencari inovasi baru melalui metode, praktek, proses dan melakukan suatu proses uji kelayakan dalam menerapkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh koporasi pesaing untuk diterapkan di dalam korporasi tersebut, sehingga dapat menjadi suatu korporasi terbaik dalam bidangnya.
Manfaat Benchmark
Adapun beberapa manfaat Benchmark diantaranya:
- Melakukan perbaikan pada kondisi kritis dalam suatu bisnis,
- Bertujuan menciptakan orientasi yang positif pada pelanggan,
- Menumbuhkan antusias staf dengan memperhatikan yang terbaik,
- Mengidentifikasi peluang-peluang baru yang terkadang muncul setelah melakukan perbandingan antar korporasi. Selain itu solusi-solusi terhadap permasalahan yang memiliki kesesuaian,
- Meningkatkan daya saing antar korporasi,
- Memperpendek siklus perbaikan proses bisnis dengan percepatan pembelajaran.
Prosedur Benchmark
Untuk dapat melaksanakan Benchmarking dengan sukses perlu diikuti prosedur penerapan Benchmarking di bawah ini:
- Melakukan identifikasi proses yang ada dengan melakukan pemetaan proses. seperti: top-down flowcharts, wall maps, product process maps atau value-added flow analysis,
- Mengidentifikasi harapan pelanggan terhadap proses yang dimiliki dengan cara mereview pengukuran kinerja proses yang ada dibandingkan dengan harapan pelanggan. Langkah ini dapat dilakukan dengan melakukan percakapan secara informal terhadap customers, employees, atau suppliers.
- Mendefinisikan kinerja proses, Seperti: analisa pasar, analisa kualitas, survei, melakukan penyebaran kuisioner, re-engineering analysis, process mapping, quality control variance reports, atau financial ratio analysis. Sebab sebelum membandingkan antar satu korporasi dengan korporasi lainnya, perlu adanya pemahaman tentang internal korporasi yang dimiliki.
- Mengidentifikasi Korporasi lainnya yang memiliki kesamaan proses; menggunakan teknik analisis tertentu untuk memahami sebab-sebab inefisiensi dalam proses. Beberapa teknik. Seperti: cause-effect diagram, Pareto diagram, dan control charts.
- Mengidentifikasi Korporasi yang paling menguasai dalam bidangnya; sehingga tercapainya target benchmark berbasis analisis kinerja pesaing, dan harapan pelanggan. Identifikasi ini dapat dilakukan dengan melakukan konsultasi terhadap customer, supplier, Analis finansial, Asosiasi perdagangan, dan majalah-majalah yang melakukan pembelajaran terhadap korporasi-korporasi yang sukses.
- Survei Korporasi untuk melakukan pembandingan dan praktek; setelah diperoleh suatu korporasi yang memiliki kelayakan untuk dijadikan sebagai tolak ukur. Maka lakukanlah indentifikasi terhadap proses bisnis yang ada dalam korporasi tersebut. Sehingga atmosfer korporasi tersebut sangat dipahami.
- Lakukanlah kunjungan ke korporasi tersebut untuk dapat mengidentifikasi secara nyata; dengan demikian akan diketahui batas mana kebenaran informasi yang diperoleh yang menjelaskan kualitasnya. Sehingga korporasi tersebut dirasakan layak untuk dijadikan tolak ukur.
- Implementasikan dan kembangkan informasi aktivitas bisnis yang baru diperoleh; pemanfaatan peluang dalam pembelajaran untuk melakukan perbaikan dan peningkatan aktivitas bisnis dalam korporasi yang dimiliki. Hal tersebut untuk membuka peluang yang akan datang.
Jenis Benchmarking
Terdapat sembilan macam benchmarking berikut penjelasannya yaitu:
Internal benchmarking memberikan pembandingan antara operasi atau proses yang sejenis dalam korporasi.
Competitive benchmarking memberikan pembandingan antar pesaing untuk produk atau layanan tertentu (spesifik).
Functional benchmarking memberikan pembandingan untuk fungsi sejenis dengan industri yang sama.
Generic benchmarking memberikan pembandingan proses-proses yang independen pada industri atau fungsi secara keseluruhan.
Process benchmarking memfokuskan pada proses kerja atau sistem operasi tertentu (misal pembayaran, rekruitmen, komplain pelanggan, pengadaan) untuk menghasilkan hasil pada bottom line results, seperti peningkatan produktivitas, mengurangi waktu siklus produk, pengurangan biaya, peningkatan penjualan, mengurangi laju kesalahan produksi, dan peningkatan keuntungan.
Performance benchmarking memfokuskan pada pembandingan produk atau layanan seperti pada harga, kualitas teknis, fitur produk, kecepatan layanan, dan keandalan. Beberapa alat manajemen untuk melakukan ini adalah reverse engineering, pembandingan langsung produk dan layanan, ataupun analisis startistik pada sistem operasi.
Strategic benchmarking digunakan untuk menguji bagaimana korporasi dapat bersaing dan fokus pada indutri tertentu. Sasaran kuncinya adalah mengidentifikasi strategi yang unggul untuk menjadi korporasi yang berhasil.
Product benchmarking proses perancangan suatu produk baru atau pengembangan produk yang telah ada. Proses ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing produk berdasarkan identifikasi terhadap kekuatan dan kelemahannya.
Investor perspective benchmarking melakukan pembandingan antar korporasi dengan menciptakan alternatif kesempatan berinvestasi dengan membangun pandangan positif bagi investor.
Daftar Pustaka
Sulisworo, M.T., Dwi, Dr., Ir.,Tools Strategi Korporasi,
http://www.wikipedia.com,2007, Benchmarking, diakses 4 Oktober 2009
http://Blog.uad.ac.id/Sulisworo, Benchmark, diakses 4 Oktober 2009



0 komentar:
Posting Komentar